physicsfighter:


dalam diam aku harus terus mendoakanmu, moga baik2 saja. semoga Tuhan sampaikan isi hati ini dan lewat doa yang khas kutitipkan buatmu, buat saudaraku, dengan caraNya yang terindah. sungguh aku merinduimu kerana Allah. 
fawathsiqillahumma raabithatahaa - maka eratkanlah pertautan ini Ya Allah. 
Aamiin.

for my beloved friends

physicsfighter:

dalam diam aku harus terus mendoakanmu, moga baik2 saja. semoga Tuhan sampaikan isi hati ini dan lewat doa yang khas kutitipkan buatmu, buat saudaraku, dengan caraNya yang terindah. sungguh aku merinduimu kerana Allah. 

fawathsiqillahumma raabithatahaa - maka eratkanlah pertautan ini Ya Allah. 

Aamiin.

for my beloved friends

Great moment ever

pertama kalinya selama 19 tahun menuju 20 tahun saya hidup, ada orang yang salah kira ulang tahun saya dan dengan sangat percaya diri mengucapkan ‘selamat’ 

ini tanggal 21 mei padahal ulang tahun saya baru 2 hari lagi. Haha

saya anggap mereka tidak mau kelewatan jadi jauh sebelum hari ulang tahun saya yang sesungguhnya, jadi mereka sudah mengucapkan selamat dan mendoakan saya.

love ya

Aku turut senang untuk kalian

Sejak lama saya ingin sekali menulis kisah ini tapi rasanya malas sekali. Baiklah … sebelum saya lupa detail ceritanya, saya akan mulai menulis sekarang

Kisah ini sangat inspiratif, hoho setidaknya menurut saya karena dialami oleh teman saya sendiri. Teman-teman yang hebat, sabar, dan tak patah semangat. 

Ketika itu, ketiga teman saya, dua laki-laki dan satu perempuan sedang mempersiapkan proposal mereka untuk diikutsertakan dalam PKM. Tidak banyak waktu yang mereka punya untuk mempersiapkan proposal itu. Hampir setiap hari mereka bertemu, berdiskusi, dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk menyempurnakan proposal mereka. Mereka mengorbankan banyak hal, mengorbankan materi, mengurangi waktu tidur, mengurangi waktu untuk bermain. Mereka begitu bersemangat. Namun, ada beberapa kendala sehingga proposal mereka tak terkirim ke dikti dan tentu saja tidak bisa diseleksi.

“Ini lebih nyesek dibanding aku dapet pengumuman proposalnya ga lolos seleksi. Setidaknya kalah karena ga lolos seleksi, ini dikirim aja engga apalagi diseleksi” begitu kira-kira apa yang temanku katakan padaku. Aku tau pasti ada rasa kesal, kecewa, lelah, marah. Betapa tidak, mereka telah bekerja keras.

Aku hanya bisa bilang ‘sabar, ikhlas, ada hikmahnya, Allah punya rencana lain barangkali’

Beberapa hari dari itu, temanku ini meminta doa karena proposal PKM yang ‘tak terkirim’ itu mereka ikut sertakan pada lomba karya tulis di Semarang.

“Doakan supaya lolos seleksi ya” katanya

Kemudian aku mendapat kabar lagi bahwa mereka lolos seleksi. Proposal mereka adalah salah satu dari 15 karya tulis yang lolos seleksi. Lomba ini sudah taraf nasional. Aku merinding dan mengucapkan Alhamdulillah. 

Ketika di semarang, kata temanku, mereka bertiga sangat sibuk. Masih banyak yang harus dipersiapkan. H-1 presentasi, mereka masih berkeliling kota semarang untuk membuat banner tetapi pada akhirnya banner itu tak jadi dibuat karena tidak begitu diperlukan. Pada hari presentasi, mereka melihat peserta lain begitu baik mempresentasikan karya tulisnya. Mereka sedikit minder dan takut.

Aku datang ke kamar kos temanku yang perempuan itu ketika ia sudah kembali dari semarang. Sejujurnya ketika itu aku sudah lupa soal lombanya. Kemudian temanku, menunjukan kertas ukuran A3 yang bertuliskan “Juara 2, Rp 2000.000,-“. Hanya tulisan itu yang aku ingat, selebihnya aku tak tau apa yang tercetak dalam kertas itu. 

Subhanallah, mereka menang!

Sungguh, betapun indahnya rencana kita masih jauh lebih indah rencana Allah

Allah tak bilang ‘iya’ ketika mereka meminta, tetapi Allah menangguhkan dan menggantinya dengan yang lebih baik.

Dan inilah buah kerja keras, kesabaran, dan optimisme kalian teman2

Selamat :)

saltykisses:

A boy left his bike chained to a tree when he went away to war in 1914. He never returned, leaving the tree no choice but to grow around the bike. Photographer Unknown

saltykisses:

A boy left his bike chained to a tree when he went away to war in 1914. He never returned, leaving the tree no choice but to grow around the bike. 
Photographer Unknown

Ter-supply, terima kasih :)

Entah mau mulai darimana untuk menjelaskan keadaannya sekarang. Yang jelas saya sedang tergopoh-gopoh berjalan bahkan merangkak untuk meraih target-target saya. Saya terlalu terlena dan bersantai-santai. Saya terkungkung dalam kemalasan. Saya terlalu manja dan betah sekali di zona nyaman saya. 

Saya jadi cepat lelah dan patah semangat. hemm~

Tapi entah bagaimana, kabar-kabar gembira dari orang-orang sekitar seperti menjadi supply semangat tersendiri. Sebagai pemacu. Sebagai sesuatu yang dapat membuat bibir ini membentuk senyuman setiap mengingatnya. Lebih indah dari jatuh cinta, saya rasa :D lebih berbunga-bunga. Berdebar-debar juga. Jantung seperti mau loncat keluar haha. Semangat saya terasa terpompa hingga titik maksimal. Kalau saya, setelah mendengar kabar-kabar semacam itu, saya akan berdecak-decak, lompat-lompat kecil sambil tepuk tangan ringan, dan tersenyum hampir tertawa. hahaha 

Kabar dari seorang kakak baik hati yang akan berangkat ke Jepang Juni nanti dan kabar kemenangan seorang teman yang menyenangkan seperti menjadi nafas-nafas baru ketika nafas perjuangan ini mulai tersengal-sengal.

Saya juga dapat kabar kalau beberapa mahasiswa Fisika mendapat penghargaan international pada Cultural Fair Universitas Indonesia & Al - Imam Muhammad ibn Saud Islamic University karena hafalan Al-quran dan hadis, dua diantaranya adalah kadept saya di Rohis hmd fisika dan kadept DKM MII yang juga staf rohis hmd.

Selamat untuk kalian, kalian menginspirasi :) I envy you~ hehe

Tunggu giliran saya untuk kasih kabar ke kalian :D

"Sakit itu ketika kamu menunggu dan dia tidak datang. Tapi lebih sakit lagi ketika kamu tau dia tidak akan datang, tapi kamu tetap menunggu.."

(via dela-storia)

how pathetic :(